PRINSIP ASURANSI SYARIAH

Pada dasarnya prinsip-prinsip umum yang terdapat di dalam asuransi konvensional juga berlaku. Prinsip-prinsip yang dimaksud antara lain:

  • Prinsip Insurable Interest yaitu hak untuk mengasuransikan, yang timbul dari suatu hubungan keuangan, antara tertanggung dengan yang diasuransikan dan diakui secara hukum.
  • Prinsip Indemnity yaitu suatu mekanisme di mana penanggung menyediakan kompensasi finansial dalam upayanya menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan yang ia miliki sesaat sebelum terjadinya kerugian (KUHD pasal 252, 253 dan dipertegas dalam pasal 278).
  • Prinsip Subrogasi yaitu pengalihan hak tuntut dari tertanggung kepada penanggung setelah klaim dibayar.
  • Prinsip Proximate Cause yoitu suatu penyebab aktif, efisien yang menimbulkan rantaian kejadian yang menimbulkan suatu akibat tanpa adanya intervensi suatu yang mulai dan secara aktif dari sumber yang baru dan independen.
  • Prinsip Contribution yaitu hak penanggung untuk mengajak penanggung lainnya yang sama-sama menanggung, tetapi tidak harus sama kewajibannya terhadap tertanggung untuk ikut memberikan indemnity.
  • Prinsip Utmost Good Faith yaitu suatu tindakan untuk mengungkapkan secara akurat dan lengkap, semua fakta yang material (material fact) mengenai sesuatu yang akan diasuransikan baik diminta maupun tidak. Artinya adalah: si penanggung harus dengan jujur menerangkan dengan jelas segala sesuatu tentang luasnya syarat/kondisi dari asuransi dan si tertanggung juga harus memberikan keterangan yang jelas dan benar atas objek atau kepentingan yang dipertanggungkan.

Iklan

Berikut ini prinsip-prinsip tambahan yang ada dalam asuransi syariah (dikutip dari Syakir Sula, 2004: 228-248) :

  • Prinsip Ikhtiar dan Berserah Diri; Allah adalah pemilik mutlak atas segala sesuatu, karena itu menjadi kekuasan Nya pula untuk memberikan atau mengambil sesuatunya kepada
    hamba-hambaNya. Manusia memiliki kewajiban untuk berusaha (ikhtiar) semampunya dan kemudian berserah diri hanya kepada Allah SWT.
  • Prinsip Tolong-Menolong (Ta’awun); Prinsip yang paling utama dalam konsep asuransi adalah prinsip tolong-menolong. Hal ini mengandung arti bahwa setiap peserta harus memiliki niat untuk tolong-menolong di antara sesama peserta yang lain.
  • Prinsip Bertanggung Jawab; para peserta asuransi setuju untuk saling bertanggung-jawab antara satu sama lain.
  • Prinsip Saling Kerja Sama dan Bantu-Membantu; Salah satu keutamaan umat Islam adalah saling bekerja sama untuk membantu sesamanya dalam berbuat kebajikan.
  • Prinsip Saling-Melindungi dari Berbagai Kesusahan; Para peserta asuransi syariah setuju untuk saling melindungi dari kesusahan, bencana, dan sebagainya.