ASURANSI MOBIL SYARIAH

PRINSIP ASURANSI SYARIAH

Prinsip utama dalam asuransi syariah adalah ta’awanu ‘ala birri wa al-taqwa (tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa), dan al–ta’min (rasa aman). Prinsip ini menjadikan para anggota atau peserta asuransi sebagai sebuah keluarga besar yang satu dengan lainnya saling menjamin dan menanggung resiko.

Iklan

AKAD DALAM ASURANSI SYARIAH

  • Akad sesama peserta untuk menanggung bersama risiko diantara peserta, atas dasar tolong-menolong dan saling melindungi (Akad Tabarru’/Hibah)
  • Akad peserta dengan perusahaan untuk pengelolaan risiko  (Akad Wakalah bil Ujrah)
  • Akad peserta dengan perusahaan untuk pengaturan bagi hasil  investasi kumpulan dana tabarru’ (Akad Mudharabah).

Dalam hal ini, akad tidak boleh mengandung gharar (ketidakpastian), maisir (perjudian), riba (bunga), serta hal-hal lainnya yang tidak sesuai dengan Syariat Islam.

PEDOMAN UMUM ASURANSI SYARI’AH

KLAUSULA OBJEK PERTANGGUNGAN SYARIAH

Dengan ini ditetapkan bahwa objek Asuransi yang diikutsertakan dalam Asuransi yang diberikan di dalam polis ini, pada saat terjadinya klaim/kerugian yang dijamin sesuai ketentuan di dalam polis yang memenuhi ketentuan di bawah ini :

Bukan merupakan barang yang masuk ke dalam kategori barang-barang yang diharamkan secara syariah atau bertentangan dengan peraturan/undang-undang yang berlaku, atau

Tidak dipergunakan untuk menyimpan atau memproses atau memproduksi atau berkontribusi untuk menghasilkan barang-barang yang dilarang secara syariah atau peraturan/undang-undang yang berlaku.

JAMINAN ASURANSI MOBIL SYARIAH

Asuransi All Risk/Komprehensif (Comprehensive): Asuransi mobil all risk memberikan jaminan ganti rugi atau biaya perbaikan atas kehilangan/kerusakan sebagian maupun keseluruhan pada kendaraan yang secara langsung disebabkan oleh tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir, terperosok, perbuatan jahat, pencurian, kebakaran, atau kecelakaan lalu lintas lainnya. (mengacu pada POLIS STANDAR ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR INDONESIA).

Total Loss Only (TLO): Jaminan ganti rugi atas kehilangan/kerusakan total pada kendaraan yang secara langsung disebabkan oleh , mobil kebakaran, mobil mengalami kecelakaan seperti mobil tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir, terperosok, perbuatan jahat, pencurian, atau kecelakaan lalu lintas lainnya. (mengacu pada POLIS STANDAR ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR INDONESIA)

Tanggung Jawab Hukum Terhadap Pihak Ketiga (Third Party Liability/TPL): Jaminan ganti rugi atas tuntutan pihak ketiga, yang secara langsung disebabkan oleh kendaraan yang dipertanggungkan.

Kecelakaan Diri (Personal Accident/PA): Jaminan terhadap kematian, cedera badan yang mengakibatkan cacat tetap dan atau biaya pengobatan terhadap pengemudi dan/atau penumpang di dalam kendaraan yang dipertanggungkan apabila terjadi kecelakaan.

Angin Topan, Banjir, Badai, Hujan Es dan Tanah Longsor (Typhoon, Storm, Flood, Hail & Landslide): Jaminan ganti rugi atau biaya perbaikan terhadap kerusakan pada kendaraan yang disebabkan secara langsung oleh angin topan, badai, hujan es, banjir, genangan air atau tanah longsor.

Gempa Bumi, Tsunami, dan Letusan Gunung Berapi  (Earthquake, Tsunami & Volcanic Eruption): Jaminan ganti rugi atau biaya perbaikan atas kerusakan pada kendaraan yang disebabkan secara langsung oleh gempa bumi, tsunami atau letusan gunung berapi.

Huru-hara & Kerusuhan (Strike, Riot, and Civil Commotion/SRCC): Jaminan ganti rugi atau biaya perbaikan atas kerusakan pada kendaraan yang disebabkan oleh kerusuhan, pemogokan, penghalangan bekerja, tawuran, huru-hara, pembangkitan rakyat atau revolusi.

Terorisme & Sabotase (Terorism & Sabotage/TS): Jaminan ganti rugi atau biaya perbaikan atas kerusakan pada kendaraan yang disebabkan oleh terorisme & Sabotase.

RISIKO SENDIRI

  • Kerugian total akibat pencurian : 10 % dari Nilai Pertanggungan
  • Comprehensive : IDR 300,000.00 untuk setiap kejadian
  • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir dan atau Tanah Longsor : 10 % of Claim minimum : IDR 500,000.00 untuk setiap kejadian
  • Huru Hara dan Kerusuhan (SRCC) : 10% dari nilai klaim yang disetujui, minimum Rp. 500.000 per kejadian
  • Gempa Bumi, Tsunami dan atau Letusan Gunung Berapi : 10% dari nilai klaim yang disetujui, minimum Rp. 500.000 per kejadian
  • Tanggung Jawab Hukum Terhadap Pihak Ketiga (Third Party Liability) / PA Driver and Passenger / Medical Expense : NIL

SYARAT PENGAJUAN

  • Foto kendaraan kanan, kiri, depan, belakang dan dashboard.
  • Foto KTP dan NPWP Usaha (jika ada)
  • Foto STNK
  • SOP Rental
  • Terdapat GPS pada kendaraan

asuransi kesehatan karyawan

PENGAJUAN KLAIM

Klaim kecelakaan mobil:

  • Fotokopi polis asuransi mobil
  • Fotokopi KTP dan SIM
  • Bukti kejadian (beberapa foto setelah kecelakaan terjadi).

Bila kecelakaan melibatkan orang lain atau pihak ketiga:

  • Fotokopi KTP, SIM, STNK dari pihak ketiga
  • Surat keterangan dari kepolisian
  • Surat pernyataan atas tuntutan ganti rugi dari pihak ketiga yang dibubuhkan meterai
  • Surat pernyataan dari pihak ketiga, di mana tertulis bahwa yang bersangkutan tidak memiliki layanan asuransi.

Panduan Tambahan: Asuransi Mobil Syariah dalam Bahasa Sehari-hari

Bagian di atas menjelaskan prinsip dan akadnya. Sekarang kita terjemahkan ke pengalaman nyata: apa artinya bagi Anda sebagai pemilik mobil, dan bagaimana memakainya dengan tenang.

Satu gambaran sederhana

Bayangkan sebuah kampung kecil. Setiap warga menyisihkan sedikit uang ke satu kas bersama. Bila salah satu warga tertimpa musibah, kas itu dipakai menolongnya, dan pengurus kas menerima upah yang jelas atas pekerjaannya. Begitulah kira-kira cara kerja asuransi syariah: peserta saling menolong lewat dana tabarru’, sementara perusahaan mengelola dengan upah yang dinyatakan terpisah. Bila Anda penasaran, kisah lengkapnya ada di seri 20 artikel Asuransi Syariah kami.

Enam tips yang sering terlewat

  1. Minta ikhtisar polis dan baca bagian akad. Pastikan Anda paham pembagian antara dana tabarru’ dan ujrah, serta bagaimana surplus dibagi.
  2. Cek perluasan yang Anda butuhkan. Banjir, huru-hara, tanggung jawab hukum pihak ketiga, dan kecelakaan diri tidak otomatis ada pada polis dasar.
  3. Pastikan semua pengemudi ber-SIM yang berlaku. Ini salah satu pengecualian yang paling sering menjatuhkan klaim, dan berlaku juga saat mobil dipinjam keluarga.
  4. Perhatikan penggunaan mobil. Bila dipakai untuk usaha atau disewakan, sampaikan sejak awal. Halaman ini bahkan menyebut syarat seperti SOP dan GPS untuk penggunaan tertentu.
  5. Siapkan dokumentasi sejak awal. Foto semua sisi mobil dan dashboard, STNK, dan identitas. Simpan nomor layanan klaim di ponsel.
  6. Kenali batas waktu lapor. Pada contoh polis syariah kendaraan yang kami pelajari, kejadian perlu diberitahukan dalam beberapa hari. Ketentuan tiap polis berbeda, jadi cek milik Anda.

Dua cerita singkat

Yang ringan. Bu Aisyah menyenggol pilar di area parkir, bumper lecet dengan taksiran sekitar Rp2,5 juta. Ia melapor hari itu juga, dokumennya lengkap, dan klaim dibayar dari dana bersama setelah dikurangi risiko sendiri sesuai polis.

Yang berat. Pak Faris meminjamkan mobil kepada keponakannya yang belum ber-SIM. Terjadi tabrakan dengan kerusakan besar. Karena pengemudi tidak memiliki SIM yang berlaku saat kejadian, klaim dapat ditolak sesuai pengecualian polis. Satu detail kecil yang menentukan hasil akhirnya. (Nama dan cerita hanyalah contoh.) Kisah serupa kami bahas lebih panjang di artikel Lecet Ringan Cair, Tabrakan Berat Kadang Ditolak.

Pertanyaan yang baik sebelum membeli

  • Perusahaan memiliki Dewan Pengawas Syariah dan terdaftar di OJK?
  • Berapa persen kontribusi masuk dana tabarru’ dan berapa menjadi ujrah?
  • Bagaimana pembagian surplus dan syarat peserta berhak menerimanya?
  • Perluasan apa yang masuk pada penawaran, dan berapa risiko sendiri masing-masing?

Mungkin Anda sudah mulai merasakan bahwa memilih perlindungan yang sesuai nilai-nilai Anda itu bisa terasa menenangkan. Anda boleh menyimpan halaman ini dan kembali kapan pun. Bila ingin menimbang bersama, ceritakan kebutuhan Anda. Kami dengarkan dulu, tanpa paksaan.

Klaim Usaha Kecil Ditolak? Peta Polis untuk Toko, Kafe, Kos, dan Villa

Usaha kecil jarang ditolak karena tidak punya asuransi. Lebih sering karena polis yang dimiliki tidak cocok dengan kerugian yang terjadi. Ini peta polis untuk risiko yang paling sering dihadapi toko, kafe, kos, dan villa.

Read More Klaim Usaha Kecil Ditolak? Peta Polis untuk Toko, Kafe, Kos, dan Villa

Tamu Terpeleset di Villa atau Kafe: Apakah Asuransi Tanggung Jawab Publik Membayar?

Tamu terpeleset dan terluka di villa atau kafe Anda. Asuransi tanggung jawab publik dapat membantu, tetapi ada syarat penting: jangan mengakui salah atau berjanji membayar sebelum perusahaan setuju tertulis.

Read More Tamu Terpeleset di Villa atau Kafe: Apakah Asuransi Tanggung Jawab Publik Membayar?

Kafe Tutup Sebulan Setelah Kebakaran: Kerugian Omzet Tidak Dibayar Polis Kebakaran

Polis kebakaran membayar kerusakan bangunan dan isinya, tetapi tidak membayar penghasilan yang hilang selama usaha tutup. Itu wilayah asuransi gangguan usaha, yang harus dibeli terpisah.

Read More Kafe Tutup Sebulan Setelah Kebakaran: Kerugian Omzet Tidak Dibayar Polis Kebakaran