Asuransi Perlindungan Kecelakaan Diri untuk Nasabah Baru Zurich

Sebagai tanda kasih dari Zurich Indonesia, kami memberikan perlindungan Asuransi Kecelakaan Diri selama 12 bulan senilai Rp 35.000.000 secara gratis dari Zurich Indonesia.

Program ini diberikan khusus bagi masyarakat Indonesia yang belum menjadi keluarga besar Zurich Indonesia.


MASA PERLINDUNGAN
12 Bulan, berlaku sejak tanggal pengisian form

UANG PERTANGGUNGAN
Rp 35.000.000,-

USIA TERTANGGUNG
1 tahun – 69 tahun (ulang tahun terakhir)

MANFAAT ASURANSI
Zurich akan membayarkan manfaat asuransi kepada ahli waris yang sah, yakni keluarga yang terdaftar pada satu kartu keluarga dari Tertanggung, sebesar uang pertanggungan jika Tertanggung meninggal dunia akibat kecelakaan dalam masa berlaku.

DEFINISI KECELAKAAN
Suatu kejadian tidak terduga, tidak direncanakan atau diinginkan, dan tidak dapat diramalkan yang terjadi secara tiba-tiba, berasal dari luar, berakibat pada cedera tubuh yang merupakan satu-satunya penyebab dan selain dari kejadian-kejadian yang dinyatakan sebagai pengecualian sebagaimana diatur dalam Sertifikat Elektronik yang akan diberikan.

Mohon melengkapi data-data berikut untuk mendaftarkan diri Anda dan memastikan seluruh data terisi dengan benar karena informasi Polis akan menggunakan data yang Anda berikan. Sertifikat Polis Asuransi Perlindungan Kecelakaan Diri akan dikirimkan ke email Anda. Informasi yang Anda berikan bersifat rahasia, hanya Zurich Indonesia yang dapat menghubungi Anda lebih lanjut untuk memahami kebutuhan Anda / berinteraksi dengan anda.

Dengan melakukan pendaftaran Anda setuju dengan Ketentuan dan Jaminan yang berlaku.

Iklan

ASURANSI MOBIL AUTOCILLIN DISKON FULL

Perlindungan terbaik untuk kendaraan Anda dengan pelayanan klaim terbaik.

Manfaat Produk

Mobil adalah aset paling berharga karena membantu mobilitas Anda sehari-hari. Lindungi dan rawat mobil Anda dengan Asuransi Mobil Autocillin yang memberikan perlindungan yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

➡️ Comprehensive
Jaminan ganti rugi atau biaya perbaikan atas kehilangan/kerusakan sebagian pada kendaraan yang secara langsung disebabkan oleh tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir, terperosok, perbuatan jahat, pencurian, kebakaran, atau kecelakaan lalu lintas lainnya.

➡️ Kerugian Total (Total Loss Only)
Jaminan ganti rugi atas kehilangan/kerusakan total pada kendaraan yang secara langsung disebabkan oleh tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir, terperosok, perbuatan jahat, pencurian, kebakaran, atau kecelakaan lalu lintas lainnya.

➡️ Tanggung Jawab Hukum terhadap Pihak Ketiga (Third Party Liability/TPL)
Jaminan ganti rugi atas tuntutan pihak ketiga, yang secara langsung disebabkan oleh kendaraan yang dipertanggungkan.

➡️ Kecelakaan Diri (Termasuk Biaya Pengobatan) (Personal Accident (including Medical Expense))
Jaminan terhadap kematian, cedera badan yang mengakibatkan cacat tetap dan/atau biaya pengobatan terhadap pengemudi dan/atau penumpang di dalam kendaraan yang dipertanggungkan apabila terjadi kecelakaan.

➡️ Angin Topan, Badai, Banjir, Hujan Es dan Tanah Longsor (Typhoon, Storm, Flood, Hail & Landslide/TSFHL)
Jaminan ganti rugi atau biaya perbaikan atas kerusakan pada kendaraan yang disebabkan secara langsung oleh angin topan, badai, hujan es, banjir, genangan air atau tanah longsor.

➡️ Gempa Bumi, Tsunami & Letusan Gunung Berapi (Earthquake, Tsunami & Vulcanic Eruption/EQVET)
Jaminan ganti rugi atau biaya perbaikan atas kerusakan pada kendaraan yang disebabkan secara langsung oleh gempa bumi, tsunami atau letusan gunung berapi.

➡️ Huru-hara & Kerusuhan (Strike, Riot & Civil Comotion/SRCC)
Jaminan ganti rugi atau biaya perbaikan atas kehilangan/kerusakan pada kendaraan yang secara langsung disebabkan oleh kerusuhan, pemogokan, penghalangan bekerja, tawuran, huru-hara, pembangkitan rakyat atau revolusi.


*Note : Jaminan yang dipertanggungkan mengacu kepada PSAKBI dan Klausula standar AAUI.

➡️ Fitur Tambahan Autocillin

Tak lagi khawatir dalam menghadapi berbagai situasi yang tak pasti dengan fitur tambahan yang tersedia di Autocillin. Ketahui dan pahami fitur tambahan Autocillin:

Fitur New For Old: Mobil baru Anda yang mengalami kondisi Total Loss Accident pada 6 bulan pertama masa pertanggungan akan diberikan penggantian mobil baru.

Personal Effect: Jaminan ganti rugi maksimum senilai Rp 2.000.000,- terhadap kerusakan atau kehilangan barang pribadi.

Layanan ERA: Bantuan perbaikan gratis ketika mengalami gangguan ringan saat berkendara di jalan.

Ambulans: Memberikan penggantian fasilitas ambulans bagi pengemudi dan/atau penumpang yang mengalami musibah saat berkendara.

Derek: Layanan derek gratis untuk pengguna asuransi.

Autocillin Garage : Bengkel rekanan utama Autocillin yang memberikan tambahan layanan khusus.

✅ Same Day Repair: Pelayanan khusus untuk perbaikan mobil selesai di hari yang sama dengan kriteria kerusakan ringan/kecil pada maksimal 4 panel.

Iklan

Syarat dan Ketentuan Produk

🔷 Max. usia kendaraan untuk produk TLO: 15 tahun

🔷 Max. usia kendaraan untuk produk Comprehensive: 8 tahun

🔷 Periode pertanggungan asuransi: 1 tahun

🔷 Penggunaan kendaraan: Pribadi dan komersial

Pembayaran Premi

Masih memiliki pertanyaan ?

Iklan

PENGERTIAN DAN JENIS RISIKO

Secara sederhana, definisi risiko yakni suatu kondisi yang belum pasti, tetapi mengandung unsur bahaya sebagai konsekuensi atau akibat dari sesuatu. Sesuatu ini adalah usaha, bisnis, aktivitas, maupun keputusan yang Anda ambil.

Risiko terbagi menjadi berbagai macam, yaitu:

Spekulatif

Dalam risiko spekulatif, kamu bisa mengalami keuntungan, kerugian, atau sama sekali tidak ada perubahan. Contohnya adalah investasi saham. Nilai investasi di masa depan yang mungkin terjadi adalah untung, rugi, atau sama sekali tidak berubah. Kemungkinan tersebut bersifat spekulatif dan sudah disadari sebelum membeli.

Iklan

Murni

Pada risiko murni, bila terjadi akan menimbulkan kerugian, namun bila tidak terjadi tidak mendatangkan keuntungan maupun kerugian.

Contohnya :

  • Kecelakaan yang menyebabkan cacat, sehingga membuat diri tidak produktif dan tidak berpenghasilan.
  • Kebakaran, banjir, perampokan, gempa bumi, tanah longsor, gunung meletus, kecelakaan, dan lain-lain.

Jika tidak terjadi, Anda tentu bisa tinggal dan menikmati hidup dengan nyaman.

Iklan

Khusus

Kerugian dari risiko khusus bersifat pribadi sehingga dampaknya masih bisa diperkirakan atau diantisipasi di awal karena bersifat lokal. Contohnya adalah pencurian, kecelakaan, atau mungkin tabrakan.

Bagaimana cara mengantisipasinya (contoh untuk risiko tabrakan)? Anda bisa mengikuti asuransi untuk memberikan jaminan atau proteksi, baik terhadap kendaraan maupun diri sendiri. 

Fundamental

Bila terjadi, risiko fundamental dapat menimbulkan kerugian tidak hanya pada diri sendiri, tapi juga pada orang banyak. Risiko ini di luar kendali manusia. Misalnya, gempa bumi, longsor, tsunami, angin topan, dan lain-lain. Jika peristiwa tersebut melanda wilayah yang luas, maka risiko fundamental akan semakin besar.

Dari berbagai macam risiko tersebut, risiko spekulatif tidak dapat ditanggung asuransi. Dampak dari risiko tersebut juga bisa dinilai dengan uang dan tidak boleh bertentangan dengan hukum yang berlaku.

Ilmu lainnya tentang asuransi di baris berikut ini :

Iklan

LOADING FEE DALAM ASURANSI KENDARAAN

Loading fee adalah biaya kenaikan premi asuransi mobil yang ditentukan berdasarkan umur mobil tersebut. Perhitungan loading fee ditentukan berdasarkan tarif OJK

Usia kendaaraan akan berpengaruh pada premi yang dibayarkan. Premi asuransi mobil untuk mobil baru akan berbeda harganya dengan premi asuransi untuk mobil berusia tua.

Ada syarat jika mobil yang akan diasuransikan berusia di atas 5 tahun, akan dikenakan tambahan biaya premi yang disebut loading fee. Besaran loading fee yang berlaku umumnya sekitar 5% per tahun.

Iklan

Menghitung premi dengan loading fee

Contoh mobil yang diasuransikan berusia 7 (10% Loading) tahun yang saat dibeli harganya Rp 110.000.000. Katakan saja mobil tersebut berpelat DK dan asuransi yang diambil adalah comprehensive maka rate batas bawahnya 2,53%. Dari data tersebut perhitungannya sebagai berikut :

Rate + loading fee 2,53% + 10% = 2,783%

Premi = Harga x Rate Rp. 110.000.000 x 2,783% = Rp. 3.061.300

Premi tersebut belum ditambah dengan biaya administrasi 

Kebijakan biaya loading ini berbeda-beda untuk tiap perusahaan asuransi. Semakin tua usia mobil maka risikonya dianggap makin besar, ketersedian sparepart makin berkurang dan harga jualnya pun menyusut.

Ada pertanyaan ?

Iklan

SYARAT DAN KETENTUAN STANDAR SURETY BOND INDONESIA UNTUK PENGADAAN BARANG DAN JASA KONSTRUKSI (CONSTRUCTION AND SUPPLY CONTRACT BOND)

Iklan

Bahwa Terjamin/ Principal telah mengajukan suatu permohonan tertulis yang menjadi dasar dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Syarat dan Ketentuan ini, Penjamin/ Surety akan membayar kepada Penerima Jaminan/ Obligee apabila Terjamin/ Principal wanprestasi atas pelaksanaan Kontrak yang dijamin, berdasarkan pada syarat dan kondisi yang dicetak, dicantumkan, dilekatkan dan atau dibuatkan endorsemen pada ketentuan ini.

B A B I

D E F I N I S I

Pasal 1

Untuk keperluan Jaminan ini semua istilah di bawah ini diartikan sebagaimana berikut ini:

  1. Surety Bond atau Jaminan adalah bukti tertulis yang diterbitkan Penjamin/ Surety untuk menjamin Terjamin/ Principal akan melaksanakan kewajiban atas suatu prestasi atau kepentingan kepada Penerima Jaminan/ Obligee sesuai kontrak antara Terjamin/ Principal dan Penerima Jaminan/ Obligee. Dalam hal terjadi wanprestasi maka Penjamin/ Surety bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran pencairan jaminan kepada Penerima Jaminan/ Obligee dan selanjutnya Penjamin/ Surety berhak melakukan tuntutan atas pembayaran pencairan jaminan kepada Terjamin/ Principal.
  2. Penjamin/ Surety adalah Perusahaan Asuransi yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (d/h Badan Pengawas Penanaman Modal – Lembaga Keuangan) untuk menerbitkan dan memberikan Jaminan kepada pihak Penerima Jaminan/ Obligee.
  3. Penerima Jaminan/ Obligee adalah Pihak yang memberikan pekerjaan kepada pihak Terjamin/ Principal dan mendapatkan manfaat dari Penjamin/ Surety sesuai kontrak dengan Terjamin/ Principal.
  4. Terjamin/ Principal adalah Pihak yang menerima pekerjaan dan berkewajiban menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak dengan Penerima Jaminan/ Obligee. 5. Kontrak adalah kesepakatan tertulis yang telah disetujui para pihak untuk mengatur hak dan kewajiban antara Terjamin/ Principal dan Penerima Jaminan/ Obligee yang menjadi dasar penerbitan Jaminan.
  5. Imbal Jasa adalah sejumlah uang yang ditetapkan oleh Penjamin / Surety dan disetujui oleh Terjamin / Principal untuk dibayarkan berdasarkan perjanjian dalam rangka penerbitan Surety Bond.
  6. Wanprestasi adalah tidak terlaksananya kewajiban Terjamin/ Principal kepada Penerima Jaminan/ Obligee sebagaimana yang diatur dalam kontrak.
  7. Unconditional adalah penjamin akan membayar kepada penerima jaminan dengan melepaskan hak istimewa sebagaimana diatur dalam pasal 1831 dan 1832 KUHPER apabila Terjamin/ Principal dinyatakan wanprestasi sesuai kontrak.

B A B II

J A M I N A N

Pasal 2

Jaminan Penawaran Penjamin/ Surety akan membayar setinggi-tingginya sesuai dengan yang tertera dalam sertifikat jaminan kepada Penerima Jaminan/ Obligee apabila Terjamin/ Principal:

1.1. Mengundurkan diri setelah dinyatakan sebagai pemenang Tender/Lelang atau tidak melaksanakan kewajibannya setelah dinyatakan sebagai pemenang Tender/Lelang atau tidak bersedia menandatangani kontrak.

1.2. Tidak dapat melaksanakan kewajibannya karena terlibat Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Pasal 3

Jaminan Sanggahan Banding Penjamin/ Surety akan membayar setinggi-tingginya sesuai dengan yang tertera dalam sertifikat jaminan kepada Penerima Jaminan/ Obligee apabila sanggahan Terjamin/ Principal tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Iklan

Pasal 4

Jaminan Pelaksanaan

Penjamin/ Surety akan membayar setinggi-tingginya sesuai dengan yang tertera dalam sertifikat jaminan kepada Penerima Jaminan/ Obligee apabila Terjamin/ Principal dinyatakan Wanprestasi dalam memenuhi kewajibannya menyelesaikan pekerjaan kepada Penerima Jaminan/ Obligee sesuai dengan Kontrak antara Penerima Jaminan/ Obligee dengan Terjamin/ Principal.

Pasal 5

Jaminan Uang Muka

Penjamin/ Surety akan membayar kepada Penerima Jaminan/ Obligee apabila Terjamin/ Principal dinyatakan Wanprestasi dalam memenuhi kewajibannya mengembalikan sisa Uang Muka yang telah diberikan Penerima Jaminan/ Obligee kepada Terjamin/ Principal sesuai dengan kontrak antara Penerima Jaminan/ Obligee dengan Terjamin/ Principal.

Pasal 6

Jaminan Pemeliharaan

Penjamin/ Surety akan membayar sejumlah biaya yang telah dikeluarkan oleh Penerima Jaminan/Obligee setinggi-tingginya sesuai dengan yang tertera dalam sertifikat jaminan kepada Penerima Jaminan/ Obligee apabila Terjamin/ Principal dinyatakan Wanprestasi dalam memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan atas pekerjaan yang telah diselesaikan Terjamin/ Principal sesuai dengan Kontrak antara Penerima Jaminan/ Obligee dengan Terjamin/ Principal.

PET INSURANCE

B A B I I I

P E N G E C U A L I A N

Pasal 7

Jaminan ini tidak berlaku apabila :

  1. Kontrak antara Penerima Jaminan/ Obligee dengan Terjamin/ Principal tidak sah menurut undang-undang.
  2. Pihak Penerima Jaminan/ Obligee melakukan wanprestasi terhadap kontrak sehingga Terjamin/Principal tidak bisa memulai atau melanjutkan pekerjaannya (Asas Exceptio Non Adiplenti Contractus).
  3. Terdapat perubahan pada kontrak yang tidak disetujui secara tertulis jaminannya oleh Penjamin/ Surety.
  4. Wanprestasi terjadi di luar jangka waktu jaminan.

B A B IV

S Y A R A T- S Y A R A T U M U M

Pasal 8

Sifat Sertifikat

  1. Jaminan ini bersifat unconditional.
  2. Jaminan yang sudah diterima oleh Penerima Jaminan / Obligee tidak dapat dibatalkan oleh Terjamin / Principal atau Penjamin / Surety dengan dalih apapun (Irrevocable)
  3. Jaminan hanya dapat dibatalkan oleh Penerima Jaminan / Obligee.
  4. Pengembalian biaya imbal jasa atas penerbitan jaminan yang dibatalkan diperhitungkan secara prorata dan dikurangi biaya administrasi.

Pasal 9

Nilai Jaminan

1. Nilai Jaminan setinggi tingginya sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam kontrak antara Penerima Jaminan/ Obligee dan Terjamin/ Principal.

2. Nilai Jaminan terbatas pada kontrak, dan tidak meliputi segala akibat hutangnya termasuk namun tidak terbatas pada biaya-biaya gugatan yang diajukan terhadap Terjamin/ Principal dan/atau Penjamin/ Surety atas segala biaya yang dikeluarkan untuk mengingatkan Penjamin/ Surety atas kewajibannya.

3. Jaminan yang melebihi jumlah yang diwajibkan sesuai kontrak, maka Jaminan itu tidak sama sekali batal, melainkan sah, tetapi setinggi tingginya sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam kontrak.

Pasal 10

Wilayah dan Hukum

Jaminan ini berlaku di seluruh wilayah negara Republik Indonesia dan tunduk pada hukum Negara Republik Indonesia.

Pasal 11

Perubahan Kontrak

  1. Jika terjadi perubahan atas kontrak, Penerima Jaminan/ Obligee wajib memberitahukannya secara tertulis kepada Penjamin/ Surety.
  2. Dalam hal perubahan Kontrak sesuai ayat (1) di atas, Penjamin/ Surety berhak menetapkan :
    2.1. Jaminan diteruskan dengan atau tanpa penggantian jaminan.
    2.2. Jaminan dihentikan.
  3. Apabila terjadi perubahan atas kontrak dan baru diketahui pada saat pencairan jaminan maka Penjamin/ Surety tidak wajib membayar pencairan Jaminan.

Pasal 12

Pemeriksaan

  1. Penjamin/ Surety berhak melakukan pemeriksaan atas pelaksanaan Kontrak yang dijamin setiap waktu selama masa Jaminan.
  2. Jika Penerima Jaminan/ Obligee menghalangi pemeriksaan sebagaimana diatur dalam ayat 1 diatas, Penjamin/ Surety tidak wajib membayar pencairan jaminan.

Pasal 13

Kewajiban Penerima Jaminan/ Obligee Dalam Hal Terjadi Wanprestasi

  1. Penerima Jaminan/ Obligee sesudah mengetahui atau pada waktu Penerima Jaminan/ Obligee dianggap seharusnya sudah mengetahui adanya Wanprestasi atas Kontrak yang dijamin dalam Jaminan ini, berkewajiban memberitahukan kepada Penjamin/ Surety selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender sejak adanya Wanprestasi. Pemberitahuan dimaksud dilakukan secara tertulis kepada Penjamin/ Surety, kecuali ditentukan lain dalam Sertifikat Jaminan.
  2. Setiap pengajuan pencairan jaminan kepada Penjamin/ Surety berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya jangka waktu Jaminan.
  3. Penerima Jaminan/ Obligee wajib mengungkapkan fakta material yaitu informasi, keterangan, keadaan dan fakta pada saat mengajukan permohonan pencairan jaminan sebagaimana disepakati diawal kontrak dan perubahannya sampai dilakukannya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) serta diajukannya pencairan jaminan
  4. Jika Penerima Jaminan/ Obligee tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana diatur dalam ayat (1,2 dan 3) diatas, Penjamin/ Surety tidak wajib membayar pencairan jaminan.

Iklan

Pasal 14

Dokumen Pendukung Pencairan Jaminan

Jika terjadi Wanprestasi Penerima Jaminan/ Obligee wajib menyampaikan dokumen-dokumen pendukung klaim sebagai berikut:

1. Pencairan Jaminan Penawaran:

a. Surat pengajuan Pencairan Jaminan dari Penerima Jaminan/ Obligee

b. Bukti Penunjukan Pemenang

c. Bukti Pengunduran Diri

d. Asli / copy Jaminan Penawaran

2. Pencairan Jaminan Sanggahan Banding

3. Pencairan Jaminan Pelaksanaan :

a. Surat Pengajuan Pencairan Jaminan dari Penerima Jaminan/ Obligee

b. Bukti Pemutusan Hubungan Kerja / PHK

c. Bukti Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan Terakhir dan atau dokumen pengganti sesuai kontrak

d. Surat Peringatan bila hal ini diatur dalam kontrak

e. Asli / copy Jaminan Pelaksanaan

4. Pencairan Jaminan Uang Muka :

a. Bukti pembayaran uang muka oleh Pemberi Jaminan/Obligee kepada Terjamin/Prinsipal

b. Surat Pengajuan Pencairan Jaminan dari Obligee

c. Bukti Pemutusan Hubungan Kerja / PHK

d. Bukti Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan Terakhir dan Perhitungan Sisa Uang Muka, sekurang-kurangnya ditandatangani oleh Konsultan Independen yang telah ditunjuk sejak ditandatanganinya kontrak

e. Surat Peringatan bila hal ini diatur dalam kontrak

f. Asli / copy Jaminan Uang Muka

5. Pencairan Jaminan Pemeliharaan :

a. Surat Pengajuan Pencairan Jaminan dari Obligee

b. Bukti Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pemeliharaan sesuai kontrak.

c. Asli Bukti biaya pengeluaran untuk perbaikan

d. Asli / copy Jaminan Pemeliharaan.

Pasal 15

Pembayaran Pencairan Jaminan

Penjamin/ Surety akan melakukan pembayaran pencairan Jaminan dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Tidak dalam keadaan bersengketa antara Principal dan Obligee yang telah didaftarkan pada Lembaga Alternatif Penyelesesaian Sengketa atau Pengadilan Negeri.
  2. wanprestasi terjadi dalam jangka waktu jaminan
  3. Pembayaran Pencairan Jaminan Penawaran adalah setinggi-tingginya sesuai dengan yang tertera dalam Sertifikat jaminan.
  4. Pembayaran Pencairan Jaminan Sanggahan Banding setinggi-tingginya sesuai dengan yang tertera dalam Sertifikat Jaminan
  5. Pembayaran Pencairan Jaminan Pelaksanaan adalah setinggi-tingginya sesuai dengan yang tertera dalam Sertifikat jaminan.
  6. Pembayaran Pencairan Jaminan Uang Muka adalah Sejumlah nilai sisa Uang Muka yang belum dikembalikan Terjamin/Principal berdasarkan kontrak sesuai yang tertera dalam Sertifikat Jaminan.
  7. Pembayaran Pencairan Jaminan Pemeliharaan adalah setinggi-tingginya sesuai dengan yang tertera dalam Sertifikat jaminan.
  8. Menyimpang dari ketentuan dalam ayat 3 sampai 7, dalam hal nilai jaminan melebihi jumlah yang diwajibkan sesuai kontrak, maka pembayaran pencairan jaminan setinggi tingginya sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam kontrak
  9. Setiap pencairan jaminan dilakukan melalui pemindahbukuan ke rekening atas nama Penerima Jaminan/ Obligee atau sesuai ketentuan yang berlaku, selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah dokumen pendukung pencairan jaminan diterima lengkap sesuai Pasal 14.

Pasal 16

Subrogasi

Setelah penjamin melaksanakan pembayaran pencairan jaminan, maka Penjamin/ Surety menggantikan Penerima Jaminan/ Obligee terhadap Terjamin/ Principal, berdasarkan hak Subrogasi. Hak Subrogasi termaksud dalam ayat ini berlaku dengan sendirinya tanpa memerlukan surat kuasa khusus dari Penerima Jaminan/ Obligee.

Pasal 17

Mata Uang

Dalam hal biaya imbal jasa dan atau pencairan jaminan ditetapkan dalam mata uang asing tetapi pembayarannya dilakukan dengan mata uang rupiah, maka pembayaran tersebut dilakukan dengan menggunakan kurs jual Bank Indonesia pada saat pembayaran

Pasal 18

Berakhirnya Jaminan

1. Jaminan berakhir dengan sendirinya sesudah berakhirnya jangka waktu Jaminan sesuai dengan yang tertera dalam Sertifikat Jaminan.

2. Adanya pembatalan Kontrak oleh :

a. Penerima Jaminan/ Obligee

b. Kedua belah pihak yang diputuskan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa atau Pengadilan Negeri

3. Kontrak telah selesai dilaksanakan dan berita acara serah terima telah ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Iklan

Pasal 19

KLAUSUL PERSELISIHAN

  1. Dalam hal timbul perselisihan antara Penjamin/ Surety dan Penerima Jaminan/ Obligee sebagai akibat dari penafsiran atas ketentuan atau nilai pencairan dari Jaminan ini, maka perselisihan tersebut akan diselesaikan melalui forum perdamaian atau musyawarah oleh unit internal Penjamin/ Surety yang menangani Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan bagi Konsumen. Perselisihan timbul sejak Penerima Jaminan/ Obligee menyatakan secara tertulis ketidaksepakatan atas hal yang diperselisihkan. Penyelesaian perselisihan melalui perdamaian atau musyawarah dilakukan dalam waktu paling lama 60 (enam puluh) hari kalender sejak timbulnya perselisihan.
  2. Apabila penyelesaian perselisihan melalui perdamaian atau musyawarah sebagaimana diatur pada ayat 1 tidak mencapai kesepakatan, maka ketidaksepakatan tersebut harus dinyatakan secara tertulis oleh Penjamin/ Surety dan Penerima Jaminan/ Obligee. Selanjutnya Penerima Jaminan/ Obligee dapat memilih penyelesaian sengketa di luar pengadilan atau melalui pengadilan dengan memilih salah satu klausul penyelesaian sengketa sebagaimana diatur di bawah ini.
  3. Apabila penyelesaian perselisihan melalui perdamaian atau musyawarah sebagaimana diatur pada ayat 1 tidak mencapai kesepakatan, maka ketidaksepakatan tersebut harus dinyatakan secara tertulis oleh Penjamin/ Surety dan Penerima Jaminan/ Obligee. Selanjutnya Penerima Jaminan/ Obligee dapat memilih penyelesaian sengketa di luar pengadilan atau melalui pengadilan dengan memilih salah satu klausul penyelesaian sengketa sebagaimana diatur di bawah ini, sesaat setelah sertifikat jaminan diterima oleh Penerima Jaminan/ Obligee dengan cara memberi tanda (x) pada kotak yang tersedia.

A. LEMBAGA ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA

Dengan ini dinyatakan dan disepakati bahwa Penerima Jaminan/ Obligee dan Penjamin/ Surety akan melakukan penyelesaian sengketa melalui Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI) sesuai dengan Peraturan dan Prosedur BMAI atau melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Asuransi lainnya yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.

B. PENGADILAN

Dengan ini dinyatakan dan disepakati bahwa Penerima Jaminan/ Obligee dan Penjamin/ Surety akan melakukan penyelesaian sengketa melalui Pengadilan Negeri di wilayah Republik Indonesia.

Pasal 20

Penutup

  1. Perjanjian ini telah disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan termasuk ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan.
  2. Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Jaminan ini, berlaku ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD).

Lampiran SK No. 33/SK.AAUI/2016

COMMUNICABLE DISEASE ENDORSEMENT (For use on property policies)

Iklan

  1. This policy, subject to all applicable terms, conditions and exclusions, covers losses attributable to direct physical loss or physical damage occurring during the period of insurance. Consequently and notwithstanding any other provision of this policy to the contrary, this policy does not insure any loss, damage, claim, cost, expense or other sum, directly or indirectly arising out of, attributable to, or occurring concurrently or in any sequence with a Communicable Disease or the fear or threat (whether actual or perceived) of a Communicable Disease.
  2. For the purposes of this endorsement, loss, damage, claim, cost, expense or other sum, includes, but is not limited to, any cost to clean-up, detoxify, remove, monitor or test:

2.1. for a Communicable Disease, or

2.2. any property insured hereunder that is affected by such Communicable Disease.

  1. As used herein, a Communicable Disease means any disease which can be transmitted by means of any substance or agent from any organism to another organism where:

3.1. the substance or agent includes, but is not limited to, a virus, bacterium, parasite or other organism or any variation thereof, whether deemed living or not, and

3.2. the method of transmission, whether direct or indirect, includes but is not limited to, airborne transmission, bodily fluid transmission, transmission from or to any surface or object, solid, liquid or gas or between organisms, and

3.3. the disease, substance or agent can cause or threaten damage to human health or human welfare or can cause or threaten damage to, deterioration of, loss of value of, marketability of or loss of use of property insured hereunder.

  1. This endorsement applies to all coverage extensions, additional coverages, exceptions to any exclusion and other coverage grant(s).

All other terms, conditions and exclusions of the policy remain the same.

LMA5393

25 March 2020

Iklan

1. Kebijakan ini, tunduk pada semua syarat, ketentuan, dan pengecualian yang berlaku, mencakup kerugian yang disebabkan oleh kerugian fisik langsung atau kerusakan fisik yang terjadi selama periode asuransi. Akibatnya dan terlepas dari ketentuan lain dari kebijakan ini sebaliknya, kebijakan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan, klaim, biaya, biaya atau jumlah lainnya, secara langsung atau tidak langsung yang timbul dari, yang disebabkan oleh, yang disebabkan oleh, atau terjadi secara bersamaan atau dalam urutan apa pun dengan Penyakit Menular atau ketakutan atau ancaman (baik aktual atau yang dirasakan) dari Penyakit Menular.

2. Untuk tujuan pengesahan ini, kehilangan, kerusakan, klaim, biaya, biaya, biaya atau jumlah lainnya, termasuk, namun tidak terbatas pada, biaya apa pun untuk membersihkan, mendetoksifikasi, menghapus, memantau atau menguji:

2.1. untuk Penyakit Menular, atau

2.2. setiap properti yang diasuransikan di bawah ini yang dipengaruhi oleh Penyakit Menular tersebut.

3. Seperti yang digunakan di sini, Penyakit Menular berarti penyakit apa pun yang dapat ditularkan melalui zat atau agen apa pun dari organisme apa pun ke organisme lain di mana:

3.1. zat atau agen termasuk, tetapi tidak terbatas pada, virus, bakteri, parasit atau organisme lain atau variasi daripadanya, apakah dianggap hidup atau tidak, dan

3.2. metode transmisi, baik langsung maupun tidak langsung, termasuk tetapi tidak terbatas pada, transmisi udara, transmisi cairan tubuh, transmisi dari atau ke permukaan atau objek, padat, cair atau gas atau antara organisme, dan

3.3. penyakit, zat atau agen dapat menyebabkan atau mengancam kerusakan pada kesehatan manusia atau kesejahteraan manusia atau dapat menyebabkan atau mengancam kerusakan, kerusakan, kehilangan nilai, daya jual atau hilangnya penggunaan properti yang diasuransikan di bawah ini.

4. Dukungan ini berlaku untuk semua ekstensi cakupan, cakupan tambahan, pengecualian untuk pengecualian apa pun dan hibah cakupan lainnya.

Semua syarat, ketentuan, dan pengecualian kebijakan lainnya tetap sama.

Iklan

APA SAJA YANG TIDAK BISA DI-COVER ASURANSI MOTOR?

Beberapa hal penting lain yang perlu Anda perhatikan saat membeli asuransi untuk motor untuk menghindari kesalahpahaman, berikut ini kerugian, kerusakan, dan biaya yang tidak bisa dijamin ketika kamu klaim asuransi motor :

  • Tidak menjamin kerugian karena kendaraan motor digunakan untuk melakukan tindak kejahatan, mendorong atau menarik kendaraan lain, maupun perlombaan.
  • Tidak menjamin kerusakan motor akibat dikemudikan oleh seseorang yang tidak memiliki SIM atau orang yang berada di bawah pengaruh alkohol.
  • Tidak menjamin kerugian karena motor dikemudikan secara paksa walau motor dalam kondisi rusak atau karena memasuki jalan tertutup, terlarang, dan tidak diperuntukkan untuk motor.
  • Kerugian akibat penggelapan, penipuan, hipnotis, dan sejenisnya.
  • Pencurian atau perbuatan jahat yang dilakukan oleh keluarga, karyawan, orang suruhan, atau orang yang berada di bawah pengawasan tertanggung.
  • Tidak menanggung kerugian pada perlengkapan tambahan yang tidak dijelaskan dalam polis, kunci, atau bagian motor yang rusak karena pemakaian.

Sebelum menyetujui polis asuransi, pastikan kamu sudah memahami seluruh manfaat, biaya, dan produk yang kamu pilih.

Iklan

Iklan

KREDIT MULTIGUNA MOBIL

Syarat & Ketentuan

1. Dokumen yang harus disiapkan oleh nasabah individu untuk mengajukan kredit adalah KTP, Bukti Kepemilikan Rumah, rekening listrik satu bulan terakhir, PBB 1 tahun terakhir, Slip Gaji satu bulan terakhir, rekening buku tabungan, SIUP / SKU (bagi Wiraswasta).

2. Dokumen yang harus disiapkan oleh customer corporate adalah KTP Pengurus, Akta Pendirian, Akta perubahan, SIUP, TDP, NPWP, Rekening koran 3 bulan terakhir.

3. Pada program ini, setiap nasabah wajib menjalani surveilans yang dilakukan oleh pihak kredit.

4. Proses pengajuan kredit membutuhkan waktu 3 hari kerja.

5. Usia kendaraan maksimal 13 tahun untuk pengajuan ke Sinarmas Hana Finance dan maksimal 15 tahun untuk pengajuan ke Clipan Finance.

6. Masa tenor kredit maksimal 48 bulan.

Iklan

asuransi kesehatan karyawan

Iklan

PEDOMAN UMUM ASURANSI SYARIAH

Iklan