PERANAN ASURANSI SECARA INTERNASIONAL


Keuntungan (advantage) dari perkembangan internasional

  1. Sebagai sarana penyebaran risiko >> fasilitas reasuransi
    Kebutuhan akan reasuransi adalah berdasarkan “The Law of the Large Number”
  2. Reasuransi untuk proteksi catastrophe
    a. natural : hurricane, earthquake, land sliding
    b. satu kejadian yang melibatkan lebih dari satu risiko, co. kebakaran di kompleks pasar
  3. Dapat menstabilkan hasil underwriting dari berbagai class of business
    Contoh : untuk fire dan motor insurance, hasil underwritingnya kurang bagus, sedangkan marine & engineering bagus. Supaya merata, fire dan motor insurance direasuransikan
  4. Peningkatan knowledge dari staff perusahaan atas bisnis asuransi internasional
    Contoh ; bisnis di USA, Canada dan Amerika Latin sangat dihindari karena legal
    system yang jauh berbeda sehingga bisa merugikan perusahaan asuransi
  5. Bagi London, bisnis ini menghasilkan devisa cukup besar (invisible import).

Kerugian (disadvantage) dari perkembangan internasional :

  1. Kendala peaturan dari masing-masing negara, sehingga dampaknya profit tidak optimal
  2. Prejudice/prasangka buruk pada asuransi luar negeri
    Contoh : perusahaan asuransi asing intervensi dengan rate premi yang rendah
    yang merusak pasar asuransi nasional karena timbul kompetisi yang tidak sehat
  3. Masing-masing negara mempunyai skala ekonomi yang berbeda.

Pelaksanaan bisnis internasional dalam perusahaan asuransi:

  1. Dengan membentuk bagian luar negeri (overseas department)
    Keuntungan : biaya lebih murah
    Kerugian : kurang mengetahui secara rinci mengenai bisnis yang diaksep
  2. Melalui agen di luar negeri
    Underwriting agencies:
  • case by case : setiap asuransi yang ditawarkan akan dilaporkan dulu ke perusahaan asuransi
  • binding authority : perusahaan asuransi memberikan wewenang penuh >> risiko lebih besar.

Keuntungan : tidak mahal
Kerugian : kewenangan ada pada agen (tidak bisa melakukan seleksi)

Pelaksanaan bisnis internasional dalam perusahaan asuransi:

  • Dengan membentuk bagian luar negeri (overseas department)
    Keuntungan : biaya lebih murah
    Kerugian : kurang mengetahui secara rinci mengenai bisnis yang diaksep
  • Melalui agen di luar negeri
    Underwriting agencies:
  1. case by case : setiap asuransi yang ditawarkan akan dilaporkan dulu ke perusahaan asuransi
  2. binding authority : perusahaan asuransi memberikan wewenang penuh >> risiko lebih besar
    Keuntungan : tidak mahal
    Kerugian : kewenangan ada pada agen (tidak bisa melakukan seleksi)
  • Mendirikan cabang
    Keuntungan : aksses cukup bermanfaat untuk mendatangkan bisnis dari luar negeri
    Kerugian : mahal
  • Subsidiary company (anak perusahaan)
    Keuntungan : dapat mengatasi kendala peraturan /UU di negara yang bersangkutan
    Kerugian : keterlibatan langsung induk perusahaan sangat kurang

Batasan-Batasan dalam Perkembangan Asuransi Internasional

  • Peraturan pemerintah atas pendirian perusahaan
  • Peraturan pemerintah dalam usaha melindungi:
  1. kepentingan pemegang polis
  2. kepentingan pihak ketiga (third party liability)
    co. kendaraan bermotor di Inggris harus memenuhi Road Traffic Act >> mobil
    boleh dikendarai di jalan umum apabila memiliki sertifikat asuransi (min. requirement)
  3. kepentingan pemegang saham  dikaitkan dengan solvency margin, “Early Warning System”
  4. kelangsungan hidup perusahaan  dikaitkan dengan tarif premi (harus equitable)
  • Undang-undang penempatan objek asuransi pada perusahaan yang diijinkan >>
    diatur dalam pajak
  • Ijin usaha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s