Gudang kecil di belakang toko terbakar. Setengah stok hangus.
Anda menghitung kerugian dengan harga yang tertera di label: harga jual. Lalu angka dari perusahaan asuransi jauh lebih kecil, dan Anda tidak mengerti kenapa.
Cerita ilustrasi
(Nama dan angka hanyalah contoh.)
Pak Putra memiliki toko sepatu. Seluruh stoknya, bila dihitung dari harga beli, bernilai sekitar Rp150 juta, tetapi ia hanya mengasuransikan stok Rp100 juta agar premi lebih murah.
Terjadi kebakaran. Stok yang hangus bernilai Rp60 juta menurut harga beli, atau sekitar Rp85 juta bila dijual. Ia mengajukan klaim sebesar Rp85 juta.
Apa kata polisnya?
Pasal 10 ayat 10.2 PSAKI menyatakan bahwa barang, bahan, atau barang dagangan dihitung menurut harga beli sesaat sebelum kejadian, dengan mempertimbangkan unsur ketinggalan mode. Polis Standar Asuransi Kebongkaran (Pasal 12 ayat 2) menyatakan hal serupa, dengan faktor keusangan seperti ketinggalan mode, ketinggalan teknologi, dan usia barang.
Artinya keuntungan yang belum Anda ambil tidak ikut dibayar. Yang diganti adalah modal yang Anda keluarkan untuk membeli barang itu.
Hitung bersama
Ada dua tahap. Pertama, kerugian dihitung dari harga beli. Kedua, karena pertanggungan di bawah harga (Pasal 12 PSAKI), klaim dipotong proporsional.
| Langkah | Perhitungan | Hasil |
|---|---|---|
| 1. Kerugian menurut harga beli | Stok hangus | Rp60 juta |
| 2. Rasio pertanggungan | Rp100 juta ÷ Rp150 juta | sekitar 67 persen |
| 3. Klaim sebelum risiko sendiri | 67 persen × Rp60 juta | Rp40 juta |
Pak Putra berharap Rp85 juta tetapi hanya memperoleh sekitar Rp40 juta, bahkan sebelum dikurangi risiko sendiri. Seandainya stok diasuransikan Rp150 juta, klaimnya Rp60 juta.
Dokumen yang akan diminta
PSAKI Pasal 9 ayat 9.1.2 dan 9.1.3 meminta, dalam 14 hari kalender setelah kejadian:
- daftar khusus berisi penilaian segala sesuatu yang ada sesaat sebelum kejadian,
- daftar nilai barang yang tersisa,
- buku, catatan administrasi, dan surat terkait. Bila tidak ada, dapat diganti faktur, catatan, atau daftar yang dapat membuktikan kerugian.
Pada polis kebongkaran, dokumen pendukung diminta dalam 15 hari kalender sejak pelaporan.
Kebiasaan yang menyelamatkan klaim
- Stok opname rutin dan simpan hasilnya, termasuk nilai berdasarkan harga beli.
- Simpan faktur pembelian dari pemasok, kertas dan digital.
- Sesuaikan nilai pertanggungan stok dengan musim. Stok menjelang hari raya biasanya jauh lebih besar dari hari biasa.
- Bila ada barang bernilai tinggi per unit, rinci jenis, merek, jumlah, dan nilainya di polis. Pada polis kebongkaran, untuk perabot, elektronik, dan barang pribadi, ganti rugi per unit dibatasi 5 persen dari harga pertanggungan butir terkait, kecuali dirinci.
Tanya jawab
Q: Barang dagangan model lama yang sulit laku, dihitung penuh?
A: Polis menyebut ketinggalan mode, ketinggalan teknologi, dan usia barang dipertimbangkan. Barang yang lama mengendap bisa dihargai lebih rendah dari harga belinya.
Q: Stok saya naik turun tiap bulan. Bagaimana menentukan nilai pertanggungannya?
A: Pilih angka yang mendekati stok tertinggi yang realistis, bukan rata-rata, supaya klaim tidak dipotong. Tanyakan juga apakah tersedia skema penyesuaian nilai stok sepanjang tahun.
Ingin menghitung nilai stok yang tepat?
Kirim perkiraan nilai stok tertinggi dan nilai pertanggungan di polis Anda. Kami bantu menghitung simulasi klaimnya dengan bahasa yang mudah dipahami.
Artikel ini bersifat edukasi umum berdasarkan wording Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI) edisi revisi 2021 dan Polis Standar Asuransi Kebongkaran Indonesia (lampiran SK AAUI No. 22/SK.AAUI/2016). Isi polis tiap perusahaan dapat berbeda, dan keputusan klaim bergantung pada fakta kejadian serta polis yang berlaku. Nama dan angka pada cerita adalah ilustrasi.

Satu tanggapan untuk “Stok Toko Dicuri atau Terbakar: Dibayar Harga Beli, Bukan Harga Jual”