Proyek Belum Selesai, Mengapa Perlindungan Asuransinya Bisa Berakhir?

Bayangkan Anda membangun tiga gudang dalam satu kontrak. Dua gudang masih dikerjakan, tetapi gudang pertama sudah dipakai menyimpan barang. Di ikhtisar polis CAR, tanggal berakhir masih dua bulan lagi.

Jika gudang pertama mengalami kerusakan besok, apakah jaminannya sama dengan dua gudang yang belum digunakan? Pertanyaan ini perlu dijawab sebelum barang pertama masuk.

Ilustrasi cat air: Pemilik proyek dan insinyur meninjau pembangunan jembatan serta jembatan yang telah selesai.
Status setiap bagian pekerjaan perlu dicocokkan dengan perlindungan yang berlaku. Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan dokumentasi kejadian nyata.

Tiga hal yang sering dianggap sama

Pemilik proyek bisa melihat pembangunan sebagai satu pekerjaan besar. Polis dapat memperhatikan status setiap bagiannya. Ada tiga hal yang perlu dibedakan:

  1. Tanggal berakhir dalam ikhtisar: batas waktu pertanggungan yang dicantumkan dalam polis.
  2. Serah terima atau penggunaan bagian pekerjaan: perubahan status yang dapat memengaruhi jaminan sebelum tanggal tersebut.
  3. Masa pemeliharaan: periode yang membutuhkan pembacaan ketentuan atau endorsemen tersendiri.

Jadi, tanggal polis yang masih panjang belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh bangunan tetap memiliki perlindungan yang sama.

Apa yang disebutkan wording yang ditelaah?

Pasal 3 polis standar proyek konstruksi versi 2016 mengatur berakhirnya tanggung jawab penanggung terhadap bagian pekerjaan yang telah diserahterimakan atau digunakan. Wording CAR Munich Re bilingual yang ditelaah juga memiliki ketentuan mengenai bagian pekerjaan yang telah diambil alih atau digunakan.

Perhatikan kata “bagian”. Dalam contoh tiga gudang tadi, status gudang pertama perlu diperiksa sendiri. Tidak tepat menganggap jaminan dua gudang lainnya otomatis ikut berakhir hanya karena satu gudang mulai dipakai.

Keputusan untuk memakai sebuah bangunan sebaiknya selalu disertai pemeriksaan status asuransinya. Penggunaan dapat relevan meskipun dokumen serah terima formal belum ditandatangani.

Contoh: selesai dibangun, dipakai, lalu terkena angin kencang

Gudang A mulai digunakan pada 1 September. Gudang B dan C masih dikerjakan. Pada 15 September terjadi kerusakan atap gudang A akibat angin kencang. Ikhtisar CAR mencantumkan tanggal berakhir 31 Oktober.

Daripada langsung bertanya “angin kencang dijamin atau tidak?”, urutkan pemeriksaan:

  • Apakah gudang A termasuk objek dalam ikhtisar?
  • Sejak kapan gudang A digunakan atau diserahterimakan?
  • Apakah ada endorsemen yang mengubah ketentuan penggunaan atau serah terima?
  • Apakah polis lain sudah berlaku untuk tahap penggunaan?
  • Apakah penyebab kerusakan dan persyaratan lainnya memenuhi jaminan?

Tanggal 31 Oktober tetap penting, tetapi status penggunaan pada 1 September juga tidak boleh diabaikan. Hasil klaim tidak dapat ditentukan hanya dari kalender.

Apakah masa pemeliharaan otomatis menyelesaikan masalah?

Belum tentu. Masa pemeliharaan dalam kontrak mengatur kewajiban pekerjaan antara para pihak. Jaminan pemeliharaan dalam polis mengatur keadaan yang ditanggung penanggung.

Kontraktor masih berkewajiban memperbaiki cacat selama beberapa bulan tidak berarti seluruh kerusakan akibat setiap penyebab pada periode itu otomatis dijamin CAR.

Minta naskah endorsemen pemeliharaan. Periksa kejadian yang dicakup, kapan periodenya dimulai, serta apakah ada perbedaan antara kerusakan akibat pekerjaan pemeliharaan dan kerusakan lain yang baru ditemukan.

Bagaimana jika seluruh proyek justru terlambat?

Ini persoalan berbeda. Dua gudang yang belum selesai dapat masih membutuhkan perlindungan setelah tanggal berakhir polis. Wording yang ditelaah mensyaratkan persetujuan tertulis penanggung untuk perpanjangan periode.

Perpanjangan kontrak proyek tidak otomatis mengubah tanggal polis. Laporkan jadwal terbaru dan perubahan risiko yang relevan, lalu pastikan persetujuan dan perubahan polis sudah terbit. Jangan mengandalkan pengajuan yang belum memperoleh jawaban.

Buat daftar status per bagian pekerjaan

Untuk proyek bertahap, siapkan satu daftar yang memuat nama bagian, tanggal selesai, tanggal mulai digunakan, tanggal serah terima, dan perlindungan yang berlaku. Perbarui daftar setiap rapat kemajuan.

Misalnya, Gudang A sudah digunakan sehingga perlu konfirmasi perlindungan tahap penggunaan. Gudang B masih dibangun dalam periode CAR. Gudang C diperkirakan melewati akhir periode sehingga perlu permohonan perpanjangan.

Daftar ini membantu pemilik, kontraktor, pengelola, dan pengurus asuransi membicarakan objek yang sama dengan status yang sama.

Lima pertanyaan sebelum membuka bangunan

  1. Apakah bagian ini akan dianggap sudah digunakan menurut polis?
  2. Apakah diperlukan endorsemen untuk masa peralihan?
  3. Perlindungan apa yang berlaku setelah penggunaannya dimulai?
  4. Apakah bangunan, isi, mesin, dan tanggung jawab operasional sudah dibahas?
  5. Siapa yang memegang bukti persetujuan tertulis?

Sebelum membuka pintu bangunan untuk digunakan, pastikan pintu perlindungannya sudah jelas.

Rujukan dan batas pembahasan

Rujukan utama: Polis Standar Asuransi Proyek Konstruksi Indonesia, Lampiran SK AAUI No. 25/SK.AAUI/2016; dan Contractor’s All Risks – Munich Re Wording (Bilingual), terjemahan Tim Ad Hoc Penterjemah Polis Non Standar AAUI. Rujukan ini menjelaskan versi dokumen yang ditelaah, bukan pernyataan bahwa seluruh polis saat ini identik.

Materi edukasi umum. Seluruh nama, angka, dan kejadian contoh merupakan ilustrasi. Kepastian tanggung jawab dan penggantian mengikuti fakta, polis, ikhtisar, dan endorsemen yang berlaku.

Bacaan terkait


Butuh bantuan memahami asuransi proyek Anda?

Hubungi tim AYOBELAJARASURANSI.ID jika Anda membutuhkan bantuan memahami polis CAR atau CECR, klausul tambahan, kebutuhan perlindungan proyek, maupun dokumen klaim. Ceritakan kebutuhan Anda melalui WhatsApp.

Hubungi Tim via WhatsApp

WhatsApp: 0853-6661-6619 · Jam layanan Senin–Jumat, 10.00–17.00 WIB.

Tinggalkan Balasan