MOBIL MOGOK DAN HARUS DIDEREK, APAKAH BIAYANYA PASTI DIGANTI ASURANSI?

Kalau mobil saya mogok dan harus diderek, apakah biaya dereknya pasti bisa diklaim ke asuransi?

Banyak pemilik kendaraan berpikir sederhana:

“Saya punya asuransi mobil, mobil saya mogok, saya bayar derek, berarti biaya dereknya pasti diganti.”

Padahal dalam asuransi kendaraan, ada satu hal penting yang perlu dipahami:

Asuransi tidak hanya melihat biaya yang Anda keluarkan, tetapi juga melihat apa yang menyebabkan biaya tersebut muncul.

Mengapa Klaim Biaya Derek Bisa Ditolak?

Bayangkan situasi berikut.

Anda sedang berkendara di jalan tol. Tiba-tiba mesin mobil mengalami overheat. Mobil tidak dapat melanjutkan perjalanan sehingga Anda harus menggunakan jasa derek dengan biaya Rp800.000.

Setelah diperiksa, ternyata penyebab overheat adalah radiator yang sudah sangat tua dan mengalami keausan akibat pemakaian.

Apakah Rp800.000 tersebut otomatis diganti?

Tidak selalu.

Apabila penyebab kerusakan tersebut termasuk dalam pengecualian polis, misalnya kerusakan mekanis internal atau keausan yang memang tidak dijamin berdasarkan ketentuan polis yang berlaku, maka biaya derek yang timbul akibat kerusakan tersebut juga dapat ditolak.

Di sinilah pentingnya memahami prinsip:

“Biaya yang muncul mengikuti penyebab kejadiannya.”

Jika kejadian awalnya berasal dari risiko yang dijamin, biaya penyelamatan atau penderekan dapat dipertimbangkan sesuai ketentuan polis.

Namun jika kejadian awalnya berasal dari risiko yang dikecualikan, keberadaan biaya derek tidak serta-merta membuat biaya tersebut menjadi tanggungan asuransi.

Jangan Tunggu Sampai Klaim untuk Memahami Polis Anda

Ini adalah salah satu hal yang sering baru disadari pemilik kendaraan setelah terjadi masalah.

Saat membeli asuransi, perhatian sering tertuju pada:

“Berapa preminya?”

Padahal pertanyaan yang jauh lebih penting adalah:

“Apa saja yang sebenarnya dijamin ketika saya membutuhkan perlindungan?”

Dan tidak kalah penting:

“Dalam kondisi apa klaim saya bisa ditolak?”

Karena pada saat kendaraan mengalami kecelakaan atau kerusakan, yang Anda butuhkan bukan sekadar memiliki polis.

Anda membutuhkan polis yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan, memahami ruang lingkup perlindungannya, dan mengetahui batasan jaminannya.

Dengan memahami hal tersebut sejak awal, Anda dapat membuat keputusan yang lebih tenang dan lebih tepat.

Asuransi Kendaraan Bukan Sekadar Membayar Premi

Coba bayangkan dua orang memiliki mobil dengan nilai yang hampir sama.

Keduanya sama-sama membeli asuransi kendaraan.

Tetapi orang pertama hanya memilih berdasarkan premi termurah.

Orang kedua memahami:

  • risiko apa yang ingin dilindungi;
  • jenis pertanggungan yang dipilih;
  • pengecualian polis;
  • manfaat tambahan yang tersedia;
  • ketentuan klaim; dan
  • kondisi apa saja yang dapat memengaruhi pembayaran klaim.

Apakah keduanya benar-benar memiliki tingkat perlindungan yang sama?

Belum tentu.

Karena itu, ketika memilih asuransi kendaraan, jangan berhenti pada pertanyaan:

“Berapa premi saya?”

Mulailah bertanya:

“Apakah perlindungan ini benar-benar sesuai dengan risiko yang saya hadapi?”

Sebelum Membeli Asuransi Mobil, Lebih Baik Pahami Dulu

Memilih asuransi kendaraan sebenarnya tidak harus membingungkan.

Anda tidak harus menghafalkan seluruh isi polis.

Yang penting adalah memahami bagian-bagian yang relevan dengan kendaraan dan kebutuhan Anda.

Jika Anda sedang mempertimbangkan asuransi kendaraan, sedang membandingkan beberapa pilihan, atau ingin mengetahui apakah perlindungan yang Anda miliki sudah sesuai, jangan hanya membandingkan harga premi.

Bandingkan juga perlindungan, pengecualian, manfaat, dan ketentuan klaimnya.

Konsultasikan Sebelum Memilih

Di Ayobelajarasuransi.id, Anda dapat mempelajari asuransi kendaraan dengan bahasa yang lebih sederhana dan memahami apa yang sebenarnya Anda beli sebelum mengambil keputusan.

👉 Kunjungi ayobelajarasuransi.id untuk berkonsultasi mengenai kebutuhan asuransi kendaraan Anda.

Karena tujuan membeli asuransi bukan sekadar memiliki polis.

Tujuannya adalah memiliki perlindungan yang tepat ketika Anda benar-benar membutuhkannya.

Pahami risikonya. Pahami polisnya. Baru pilih perlindungannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan