Bayangkan Anda punya rumah yang kalau dibangun ulang hari ini butuh biaya Rp1 miliar. Agar premi lebih murah, Anda mengasuransikannya hanya Rp500 juta. Lalu terjadi kebakaran di dapur, dan kerusakannya Rp100 juta.
Anda berharap klaim dibayar Rp100 juta. Ternyata perusahaan asuransi hanya membayar Rp50 juta. Bukan karena klaim ditolak, tetapi karena ada ketentuan yang jarang dibaca: klausul average.
Apa itu klausul average?
Dalam asuransi properti, premi dihitung dari nilai pertanggungan yang Anda pilih. Kalau nilai itu lebih kecil dari nilai sebenarnya (disebut under-insurance), Anda dianggap ikut menanggung sebagian risikonya sendiri. Klausul average membuat ganti rugi dikurangi secara proporsional.
Cara menghitungnya
Klaim dibayar = (Nilai pertanggungan ÷ Nilai sebenarnya) × Kerugian
- Nilai pertanggungan: Rp500 juta
- Nilai sebenarnya: Rp1 miliar
- Kerugian: Rp100 juta
- Klaim = 500 ÷ 1.000 × Rp100 juta = Rp50 juta
Sisanya, Rp50 juta, harus Anda tanggung sendiri. Contoh ini belum memasukkan risiko sendiri, yang dikurangkan sesudah average. Untuk hitungan lengkap dengan risiko sendiri, pakai kalkulator klaim.
Bandingkan dengan nilai pertanggungan yang cukup
Misalkan tarif indikatif 0,15% per tahun (tarif sesungguhnya berbeda-beda, cek penawaran Anda):
| Skenario | Premi per tahun | Klaim atas kerugian Rp100 juta |
|---|---|---|
| Diasuransikan Rp500 juta | Rp750.000 | Rp50 juta |
| Diasuransikan Rp1 miliar | Rp1.500.000 | Rp100 juta |
Selisih premi sekitar Rp750 ribu per tahun. Sebagai gantinya, Anda terhindar dari kehilangan Rp50 juta di satu kejadian. Menghemat premi di awal bisa jadi keputusan yang mahal saat klaim.
Lima cara menghindari under-insurance
- Hitung nilai penggantian, bukan harga jual. Titik awalnya biaya membangun ulang seperti semula, bukan harga pasar tanah dan rumah. Tanyakan juga dasar nilai yang dipakai polis, dengan atau tanpa penyusutan.
- Perbarui nilai tiap tahun. Harga material dan upah naik. Nilai yang pas tiga tahun lalu bisa sudah kurang hari ini.
- Masukkan isi bangunan. Perabot, elektronik, dan stok usaha punya nilai sendiri yang sering lupa dihitung.
- Tanyakan apakah polis memuat klausul average. Bunyi dan cara berlakunya ada di wording polis, jangan hanya mengandalkan ringkasan.
- Minta simulasi klaim tertulis dari agen atau broker untuk kerugian kecil dan besar.
Pertanyaan yang sebaiknya diajukan sebelum membeli
- Apakah polis ini berlaku ketentuan average? Jika ya, bagaimana perhitungannya?
- Siapa yang menentukan nilai pertanggungan, dan apa dasarnya?
- Apakah ada batas ganti rugi per objek atau per kejadian?
Kesimpulan
Asuransi yang murah belum tentu hemat. Yang penting adalah nilai pertanggungan yang mendekati nilai sebenarnya, supaya saat musibah datang klaim tidak dipotong. Ingin mencoba hitung sendiri? Gunakan kalkulator klaim dan bandingkan hasilnya dengan penawaran yang Anda terima. Belum punya polis atau ingin membandingkan pilihan? Minta penawaran tanpa sandi.
Artikel ini bersifat edukasi dan bukan nasihat keuangan atau hukum. Ketentuan sebenarnya mengikuti wording polis masing-masing perusahaan asuransi.
- Asuransi Jiwa Berjangka untuk Keluarga yang Sedang BertumbuhSetiap hari Anda hadir untuk keluarga. Siapkan dukungan untuk hari yang tak terduga. Keputusan perlindungan dimulai dari kebutuhan keluarga: siapa yang bergantung pada penghasilan Anda, kapan dana diperlukan, dan berapa anggaran yang dapat dipertahankan. Kenali cara kerja pilihan ini sebelum membandingkan penawaran. Bagaimana manfaatnya bekerja? Proteksi jiwa berjangka berfokus pada pembayaran uang pertanggungan bila tertanggung… Read more: Asuransi Jiwa Berjangka untuk Keluarga yang Sedang Bertumbuh
- Proteksi Penghasilan Keluarga dengan Prinsip SyariahPenghasilan Anda berarti banyak bagi mereka. Mari siapkan penggantinya. Keputusan perlindungan dimulai dari kebutuhan keluarga: siapa yang bergantung pada penghasilan Anda, kapan dana diperlukan, dan berapa anggaran yang dapat dipertahankan. Kenali cara kerja pilihan ini sebelum membandingkan penawaran. Jawaban singkat Dwiguna syariah menyediakan santunan meninggal, tambahan santunan akibat kecelakaan dan manfaat akhir masa asuransi sesuai… Read more: Proteksi Penghasilan Keluarga dengan Prinsip Syariah
- Dana Masa Depan yang Dapat Diteruskan kepada KeluargaRencana baik layak memiliki kelanjutan. Keputusan perlindungan dimulai dari kebutuhan keluarga: siapa yang bergantung pada penghasilan Anda, kapan dana diperlukan, dan berapa anggaran yang dapat dipertahankan. Kenali cara kerja pilihan ini sebelum membandingkan penawaran. Jawaban singkat Dwiguna individu ini memadukan perlindungan jangka panjang dan persiapan dana masa depan yang dapat dilanjutkan kepada generasi berikutnya sesuai… Read more: Dana Masa Depan yang Dapat Diteruskan kepada Keluarga
- Rawat Inap Tanpa Mengabaikan Tabungan KeluargaRencana berobat perlu disiapkan sebelum kamar rumah sakit dibutuhkan. Keputusan perlindungan dimulai dari kebutuhan keluarga: siapa yang bergantung pada penghasilan Anda, kapan dana diperlukan, dan berapa anggaran yang dapat dipertahankan. Kenali cara kerja pilihan ini sebelum membandingkan penawaran. Bagaimana manfaatnya bekerja? Perlindungan kesehatan ini mengganti biaya rawat inap sesuai plan dan tabel manfaat melalui fasilitas… Read more: Rawat Inap Tanpa Mengabaikan Tabungan Keluarga
- Dana Pemulihan untuk Penyakit Kritis Tahap LanjutSaat perlu fokus pulih, siapa menjaga pengeluaran keluarga? Keputusan perlindungan dimulai dari kebutuhan keluarga: siapa yang bergantung pada penghasilan Anda, kapan dana diperlukan, dan berapa anggaran yang dapat dipertahankan. Kenali cara kerja pilihan ini sebelum membandingkan penawaran. Bagaimana manfaatnya bekerja? Proteksi penyakit kritis mandiri dengan pembayaran lima tahun untuk perlindungan dua puluh tahun mencakup lima… Read more: Dana Pemulihan untuk Penyakit Kritis Tahap Lanjut

3 tanggapan untuk “Rumah Diasuransikan Rp500 Juta, Nilainya Rp1 Miliar: Kenapa Klaim Rp100 Juta Cuma Dibayar Rp50 Juta?”